Tunai atau Cicilan? 6 Hal yang Perlu Diperhatikan
Tips

Tunai atau Cicilan? 6 Hal yang Perlu Diperhatikan

February 12, 2025
linkdin iconsfacebook iconstwitter iconswhatsapp iconsline iconscopy icons
Link copied to clipboard

Memiliki  barang-barang elektronik saat ini sudah menjadi kebutuhan. Namun, beberapa barang kebutuhan pokok yang terlihat sepele, ternyata banyak dan menyita porsi keuangan yang besar. Kalau kamu memiliki dana terbatas, tentunya akan dihadapkan pada pilihan untuk membeli barang tersebut secara tunai atau kredit. Sebelum kamu menentukan membeli secara tunai atau kredit, pertimbangkan 6 hal berikut ini:  

 

Pemakaian Lebih dari 5 Tahun  

Televisi, Kulkas , AC, atau mesin cuci adalah beberapa kebutuhan penting, tapi harganya juga tidak murah. Kredit jadi salah satu pilihan untuk membeli barang tersebut. Tapi harus diingat, kalau masa kebutuhannya lebih dari 5 tahun, artinya barang tersebut layak untuk dibeli secara kredit, apalagi kalau masa kredit sudah selesai sebelum barang tersebut rusak. Harga memang menunjukkan kualitas. Daripada kamu membeli barang murah yang mudah rusak, tidak ada salahnya membeli yang sedikit lebih mahal namun awet.

 

Menunjang Pekerjaan

Kalau kamu membeli ponsel hanya untuk mengikuti trend dan gaya, sebaiknya beli secara tunai. Karena ketika tahun depan ada keluaran ponsel terbaru, kamu mungkin akan menggantinya. Tapi kalau ternyata kamu sudah menggantinya sebelum masa cicilannya selesai, maka kamu hanya membuang uang saja.  Apabila ponsel yang kamu beli digunakan juga untuk menghasilkan uang, misal untuk social media marketing atau ojek online, maka kamu boleh membeli ponsel secara kredit

Baca juga: Ide Bisnis Menjanjikan

 

Tidak Melebihi 30% dari Pendapatan 

Idealnya ketika kamu ingin membeli barang dengan cicilan, alokasi anggaran yang kamu sisihkan adalah sekitar 30% dari pendapatan kamu. Jika kamu tetap ingin membeli barang impian namun masih memiliki cicilan lain, lebih baik pertimbangkan lagi agar kebutuhan lain tetap bisa terpenuhi. Atau kamu bisa melunasi cicilan sebelumnya sehingga persentase anggaran cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan.   

Gunakan Perusahaan Pembiayaan injaman Online yang Legal  

Tidak semua pinjaman online yang ada terdaftar di OJK. Ada banyak pinjaman online yang illegal yang memberi kemudahan dalam pencairan pinjaman dengan bunga selangit, sehingga ketika kamu tidak mampu membayar, akan ada penagih utang ganas yang meneror kamu.  

OJK sudah mengeluarkan undang-undang tersendiri terkait pinjaman online. Hal ini akan membantu apabila kamu kesulitan dalam membayar, maka OJK akan berperan sebagai penengah dan perusahaan pemberi pinjaman tidak boleh secara sepihak mengambil paksa barang yang kamu cicil melalui mereka. Jadi sebelum kamu mengajukan pinjaman secara online, perhatikan apakah pinjaman online tersebut terdaftar di OJK, 

Pilih Antara Kebutuhan atau Keinginan 

Ada pepatah yang mengatakan, kalau kamu tidak mempu membelinya secara tunai, sebenarnya kamu belum mampu untuk membelinya. Jadi, tanyakan pada diri sendiri sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Apakah kamu benar-benar butuh, atau hanya ingin? 

Butuh artinya ketika kamu membeli barang tersebut, produktivitas kerja kamu akan lebih baik karena mendukung aktivitas harian. Biasanya, untuk barang yang ‘hanya ingin’, kamu masih ragu apakah akan berfungsi maksimal ketika sudah memiliki nanti.  

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Miskin di Akhir Bulan

 

Perhatikan Bunga 

Sebelum membeli sesuatu secara kreditcicilan, cobalah menghitung terlebih dahulu bagaimana besaran bunga yang mungkin timbul ketika kamu membelinya. Apalagi kalau kamu menggunakan pinjaman online. Hati-hati dalam memilih karena mereka memiliki besaran bunga yang berbeda.  


Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang perlu dipikirkan ketika kita memutuskan untuk membeli barang baik secara kredit maupun tunai. Jika kamu berniat untuk membeli barang tanpa perlu merasa terbebani, mengajukan kredit juga merupakan pilihan yang tepat. Klik tombol di bawah ini untuk mengajukan pembiayaan barang.