Mengenal Bulan Inklusi Keuangan 2024
Literasi Keuangan

Mengenal Bulan Inklusi Keuangan 2024

February 02, 2025
linkdin iconsfacebook iconstwitter iconswhatsapp iconsline iconscopy icons
Link copied to clipboard

Setiap tahun di bulan Oktober, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan. Mungkin istilah ini masih terdengar asing bagi sebagian orang. Bagi kamu yang mengikuti perkembangan ekonomi, istilah ini mungkin sudah akrab. Namun, jika kamu masih belum mengetahuinya, jangan khawatir ya!

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu inklusi keuangan dan mengapa penting bagi kita semua. Karena dengan memahami inklusi keuangan, kita dapat menyadari potensi besar yang dimiliki oleh setiap orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi. Jadi, yuk simak bersama-sama!

Apa Itu Inklusi Keuangan?

Menurut World Bank, inklusi keuangan adalah akses individu dan bisnis terhadap produk dan layanan keuangan yang bermanfaat dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan mereka, seperti transaksi, pembayaran, tabungan, kredit, dan asuransi yang disampaikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Terdapat banyak contoh inklusi keuangan dalam kehidupan sehari-hari meliputi program pembukaan rekening bank bagi masyarakat unbanked, pinjaman ultra mikro, akses kredit bagi UMKM, layanan keuangan digital berbasis aplikasi banking, peningkatan literasi keuangan dan masih banyak lagi.

Apa Saja Indikator Inklusi Keuangan?

World Bank menggunakan beberapa indikator untuk mengukur tingkat inklusi keuangan suatu negara. Tiga indikator utama yang sering digunakan adalah:

  1. Kepemilikan rekening (formal account): Persentase populasi dewasa yang memiliki rekening di lembaga keuangan formal seperti bank, koperasi, atau lembaga keuangan mikro.
  2. Menabung di lembaga keuangan formal (formal saving): Persentase individu yang secara aktif menabung di lembaga keuangan formal.
  3. Meminjam dari lembaga keuangan formal (formal credit): Persentase individu yang pernah meminjam uang dari lembaga keuangan formal untuk keperluan konsumsi atau produktif.

Sejarah Bulan Inklusi Keuangan

Sejak tahun 2010, Bank Dunia mengungkapkan bahwa lebih dari 55 negara telah berkomitmen untuk inklusi keuangan, sementara lebih dari 60 negara telah meluncurkan atau sedang merancang strategi nasional. Indonesia sendiri telah berkomitmen pada inklusi keuangan sejak 2016, ditandai dengan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan yang pertama. Sejak saat itu, kampanye ini menjadi agenda tahunan yang selalu dilaksanakan setiap bulan Oktober.

Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan, berbagai program telah diluncurkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Contoh programnya berupa Simpanan Pelajar (SimPel), Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Bank Wakaf Mikro (BWM), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bagaimana Bulan Inklusi Keuangan 2024?

Dalam mengevaluasi pencapaian literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, tahun ini OJK meluncurkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Tujuan dari survei ini untuk mengukur tingkat literasi dan sebagai parameter yang digunakan untuk inklusi keuangan. OJK bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan SNLIK, melibatkan 10.800 responden dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil survei SNLIK 2024, berikut adalah ringkasan angka-angka penting:

  • Indeks Literasi Keuangan Nasional: 65,43%
    • Literasi Keuangan Konvensional: 65,09%
    • Literasi Keuangan Syariah: 39,11%
  • Indeks Inklusi Keuangan Nasional: 75,02%
    • Inklusi Keuangan Konvensional: 73,55%
    • Inklusi Keuangan Syariah: 12,88

Berdasarkan hasil survei tersebut, OJK akan terus mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Diambil dari situs resmi OJK, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Waspada dan melek isu keuangan
  2. Manfaatkan platform keuangan digital
  3. Aktif dalam kampanye keuangan
  4. Ikuti seminar dan lokakarya
  5. Jalankan atau dukung UMKM lokal

Rayakan Bulan Inklusi Keuangan Bersama Home Credit

Jadi, sekarang kamu sudah lebih paham pentingnya inklusi keuangan kan? Sebagai warga yang baik, kita perlu mendukung upaya ini untuk mencapai keberhasilan bersama. Mari bijak dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia. Nah, agar tak ketinggalan, pastikan juga untuk memenuhi kebutuhanmu di Home Credit ya! Home Credit menyediakan pilihan layanan kredit yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu lho.

Home Credit atau HCI adalah perusahaan pembiayaan berbasis teknologi dengan jangkauan mitra toko yang luas di lebih dari 200 kota di Indonesia. PT Home Credit Indonesia menyediakan layanan kredit dengan proses pengajuan serba gampang. Layanan kredit di HCI itu dapat kamu gunakan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Download aplikasi My Home Credit (tombol download ada di bagian paling bawah artikel ini)
  2. Scan QR Code di mitra toko Home Credit pilihan, lalu ikuti prosesnya 
  3. Upload dokumen (KTP)
  4. Lengkapi data dirimu & tunggu sekitar 1 menit untuk dapetin limit pembiayaan
  5. Pilih barang yang kamu mau & ajukan cicilannya
  6. Jika pengajuanmu disetujui, baca dan tandatangani kontrak, lalu bayar DP & biaya admin
  7. Segampang itu prosesnya!

Home Credit lagi banyak promo lho! Buat alat elektronik, kesehatan, furnitur, dan masih banyak lagi. Penasaran sama promonya? Yuk cek informasi selengkapnya di sini dan segera klaim promonya ya!

Klik tombol di bawah ini untuk…

Download My Home Credit App