Alasan dan Manfaat Pemadanan NIK dengan NPWP
Terpopuler

Alasan dan Manfaat Pemadanan NIK dengan NPWP

December 11, 2023
linkdin iconsfacebook iconstwitter iconswhatsapp iconsline iconscopy icons
Link copied to clipboard

Nomor Identitas Kependudukan (NIK), selain penting karena merupakan salah satu persyaratan utama ketika mengajukan cicilan barang atau pinjaman online, juga akan berlaku sebagai Nomor Identitas Wajib Pajak (NPWP) mulai 1 Januari 2024.

Jika kamu adalah adalah pegawai, penerima pensiunan dan ahli warisnya, pekerja lepas atau freelance yang menawarkan jasa, anggota dewan komisaris, dan pengawas yang tidak berstatus sebagai pegawai tetap pastinya kamu sudah memiliki NPWP karena merupakan wajib pajak PPh 21.

Dengan adanya ketentuan baru ini, NPWP dengan format 15-digit yang kamu miliki sekarang hanya dapat dipakai dalam layanan administrasi perpajakan dan layanan administrasi lain yang menggunakan NPWP hanya sampai dengan tanggal 31 Desember 2023. Artinya, kamu wajib melakukan validasi NIK sebagai NPWP agar kamu tidak terkena risiko kamu mengalami pembatasan layanan pajak & administrasi lainnya yang membutuhkan NPWP bahkan risiko mendapatkan potongan pajak yang lebih besar.

Lalu, apa sih sebenarnya alasan dan manfaat dari penggunaan NIK sebagai  NPWP? Simak penjelesannya berikut ini:

Alasan NIK Digabung dengan NPWP

1. Integrasi Data Administrasi

Dengan NIK dan NPWP yang digabung, data-data yang terkandung di dalamnya pun jadi lebih lengkap dan selaras, sehingga pemerintah mendapat gambaran yang jelas mengenai profil individu dari satu nomor yang terdaftar. Selain itu, penggabungan ini juga meminimalisasi duplikasi data, sehingga meningkatkan keakuratan informasi.

2. Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Publik

Dengan penggabungan NIK dan NPWP, tidak hanya data pribadi yang lebih lengkap dan akurat, imbasnya juga hingga ke pelayanan publik, terutama yang berurusan dengan perpajakan, jadi lebih efisien. Sehingga, proses verifikasi data dan identifikasi individu bisa lebih cepat dan mudah.

3. Penguatan Pengawasan Pajak

Selanjutnya, pemerintah juga jadi lebih mudah untuk melakukan pengawasan pajak, dan tentunya lebih efektif. Penggabungan NIK dan NPWP membantu memberikan data yang lebih lengkap terkait status wajib pajaknya.

4. Mendorong Kepatuhan Pajak

Dengan lebih mudahnya pengawasan terkait perpajakan, harapannya tentu wajib pajak jadi lebih tertib dan patuh yang akhirnya akan berimbas pada peningkatan pendapatan pajak bagi negara.

Apa Manfaat Penggabungan NIK dan NPWP bagi Kamu?

1. Perlindungan Data Pribadi

Bagi individu, penggabungan NIK dan NPWP dapat membantu menjaga data pribadi. Dengan dijadikan satu nomor, duplikasi data atau penyalahgunaan data-data juga bisa dihindari. Di sisi lain, bagi kamu yang sudah memiliki KTP namun belum memiliki NPWP, kamu tidak perlu lagi melakukan pendaftaran NPWP. NIK nantinya akan diaktivasi ketika sudah berusia 18 tahun, dan sudah memiliki Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar 54 juta rupiah setahun untuk yang belum menikah serta tidak ada tanggungan, atau omzet di atas Rp500 juta setahun khusus untuk wajib pajak orang pribadi usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

2. Tidak Perlu Membawa Kartu NPWP

Setelah kamu memadankan NIK dan NPWP, kamu tidak perlu lagi mengingat dua nomor yang berbeda. Nomor NIK dan NPWP yang sudah dipadankan, bisa kamu kirimkan langsung ke email melalui website ditjen pajak, sehingga kamu tidak perlu membawa-bawa kartu NPWP ketika beraktifitas di luar rumah.

3. Tidak Ribet untuk Administrasi

Dengan penggabungan NIK ini, proses administrasi kamu juga tidak ribet lagi. Cukup dengan satu nomor, kamu bisa dapatkan pelayanan publik dengan mudah, efisien serta data pribadi kamu lebih terlindungi.

Yuk, segera lakukan pemadanan NIK kamu menjadi NPWP sebelum terlambat. Kamu bisa tonton tutorialnya di sini, lalu lakukan pemadanan NIK-NPWP di djponline.pajak.go.id .

Klik tombol di bawah ini untuk…

Download My Home Credit App